You are here
Home > Agenda > AMANAT PEMBINA UPACARA PERINGATAN HUT RI KE 75 DI SMP LABORATORIUM UM

AMANAT PEMBINA UPACARA PERINGATAN HUT RI KE 75 DI SMP LABORATORIUM UM

“Upacara ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak. peserta upacara adalah guru, karyawan dan mahasiswa KPL UM”

Bismillahirohmanirrohim

Pembina Upacara
Dra. Yayuk Prihatnawati, M.Pd
Kepala SMP LABORATORIUM UM

MERDEKA!

MERDEKA!

MERDEKA!

Yth. Bapak dan Ibu Guru SMP Lab UM

Yth. Bapak ibu Karyawan SMP Lab UM

Yth. Bapak Ibu Mahasiswa KPL UM

Assalamualaikum Wr Wb.

Alhamdulillah rasa syukur yang dalam kita haturkan  kepada Allah SWT, yang telah memberikan  limpahan rahmat dan hidayahnya, sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat dan dapat melaksanakan upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI. dengan sehat dan penuh kenikmatan. Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang senantiasa mendoakan umatnya ke jalan kebaikan dan keselamatan.

Pengibarab Bendera Merah Putih

Tema peringatan Hari Ulang Tahun ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia ini adalah “Indonesia Maju.” Tema tersebut merupakan sebuah representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,  memperkokoh kedaulatan, persatuan, dan kesatuan Indonesia, yang mengajak agar masyarakat Indonesia mau fokus bersama ke hal-hal penting dalam menyatukan keberagaman di Tanah Air.

Peserta Upacara

Saat ini kita memperingati Kemerdekaan dengan suasana yang lain. Semestinya saat ini yang berdiri di depan saya adalah siswa siswi SMP Lab UM didampingi bapak ibu guru dan karyawan.  Siswa siswi berbaris rapi, pasukan pengibar bendera yang melangkahkan kaki dengan gagah dan begitu terampil bertugas mengibarkan bendera merah putih. Namun hari ini upacara dalam rangka HUT RI ke 75, tanpa mereka, tanpa siswa siswi SMP Lab UM. Memang terasa sepi, terasa ada yang kurang, terasa tidak lengkap.  Semua yang sudah kita rencanakan harus berubah total. Namun demikian tak apalah, tidak bolehlah mengurangi rasa syukur, dan tetap menjaga semangat kemerdekaan.

Bapak ibu guru dan karyawan SMP Lab UM dan para peserta upacara,

Amanat pembina upacara

Pandemi Covid-19 masih melaju, berbagai upaya terus dilakukan agar segera dapat mengakhiri masa pandemi ini.  Di tengah kekhawatiran dan kecemasan, ada tantangan yang harus dilewati. Menilik dari kacamata umum saat ini, pandemi Corona memang banyak menimbulkan ancaman termasuk bagi dunia pendidikan. Namun, kita dapat melihat dari sudut pandang berbeda sehingga ancaman dapat diubah menjadi peluang untuk memajukan dunia pendidikan.

Pandemi Covid-19 yang dinilai membawa begitu banyak dampak negatif, ternyata juga membawa dampak positif bagi dunia pendidikan. Dampak positif ini dapat memotivasi untuk melewati masa-masa sulit agar tetap fokus meraih tujuan pendidikan Indonesia yang lebih maju. Diantara dampak poritf tersebut adalah.

Peserta Upacara
  1. Memicu percepatan transformasi Pendidikan. Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang berbasis teknologi tentu mengharuskan lembaga pendidikan, guru, siswa bahkan orang tua agar cakap teknologi. Hal ini memicu percepatan transformasi teknologi pendidikan di negeri ini. Hal ini tentu berdampak positif karena penggunaan teknologi dalam pendidikan selaras dengan era Revolusi Industri 4.0.
  2. Munculnya banyak aplikasi online. Aplikasi-aplikasi belajar online dikembangkan dengan penyediaan fitur-fitur yang memudahkan dalam belajar #DariRumahAja  dengan efektif. Pembelajar semakin banyak pilihan dalam belajarnya. Guru semakin mudah dalam trasfer ilmu dan karakter siswa.
  3. Kolaborasi orangtua dan guru. Belajar Dari Rumah (BDR) menuntut adanya kolaborasi yang inovatif antara orang tua dan guru agar peserta didik tetap bisa menjalani belajar online dengan efektif, mengatasi berbagai keluhan selama menjalani belajar online. Ini akan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan baik di masa kini maupun masa mendatang.
  4. Membangun mental positif. Bahwa untuk melakukan perubahan positif dalam hidup, maka memulai dengan Tawakal kepada Allah. Dengan begitu, kita akan mendapatkan kekuatan spritual untuk melakukan perubahan. Kita jangan memberikan ruang bagi mental negatif berkembang. Sebaliknya, kita harus membangun mental positif agar yakin pandemi Corona tak memberikan ancaman pada kita.

Intinya mari kita semua sebagai para patriot pendidikan tetap semangat dan berbenah diri, menambah ilmu dan kesabaran untuk terus berkarya dalam situasi dan kondisi apapun juga.

Akhir kata, marilah kita bersama-sama berdoa, semoga Allah SWT selalu meridhoi setiap usaha dan langkah kita di dalam mengisi kemerdekaan ini dan agar kita senantiasa menjadi insan yang bermanfaat untuk keluarga, agama, bangsa, dan negara kita tercinta, Indonesia.

Meredeka.. merdeka … merdeka!!!

Wassalamualaikum wr wb.

Similar Articles

Tinggalkan Balasan

Top