You are here
Home > Informasi > Berita > Rheinland Arvanestu Megantara Dalang Cilik Dari Kota malang

Rheinland Arvanestu Megantara Dalang Cilik Dari Kota malang

Profil Arva Megantara

Rheinland Arvanestu Megantara yang akrab disebut Arva, lahir di Kota Malang pada tanggal 29 Mei 2005 dari Ibunda Elta Sonalitha yang berprofesi sebagai Dosen di Universitas Merdeka Malang, dan Ayahanda Bondhan Rio Prambanan yang berprofesi di Software Development dan Internet Service Provider.

Arva mempunyai Adik bernama Rajendra Gavin Megantara yang saat ini duduk di kelas 5 SDI Mohammad Hatta, Malang.

Gambar 1. Keluarga Arva Megantara

Arva mempunyai ke ‘Unik’ an dibanding dengan anak-anak jaman Now. Keunikan tersebut adalah ketertarikan dan bakat Arva di bidang Seni dan Budaya Jawa.

Bakat ini terlihat sejak usia 1 tahun yang saat itu keluarga kecil nya tinggal di kota Surakarta (Solo). Di kota yang kental adat dan budaya jawa ini terdapat pagelaran wayang orang yang setiap hari digelar di taman Budaya Sriwedari. Ketertarikan Arva dimulai dari sini yaitu pada saat menonton pagelaran tersebut, dia konsentrasi penuh dan mengamati setiap gerak gerik tokoh wayang tersebut.

Gambar 2. Wayang Orang RRI Kota Malang

Dan sehari-hari di rumah selalu meniru-niru baik gerakan maupun logat dan gaya bicara wayang orang tersebut.

Hal ini berlangsung terus, sampai usia 4 tahun belajar Tari tradisional di Sanggar Soerya Soemirat yang dimiliki oleh Pura Mangkunegaran.

Masa Sekolah Dasar

Keluarga kecil Arva pindah ke kota Malang tepat pada saat Arva menginjak usia Sekolah Dasar. Arva bersekolah di SDI Mohammad Hatta, Jl. Simpang Flamboyan 30, Malang.

Selama Masa SD, Arva sering tampil di acara-acara pentas sekolah, puncak tema, Peringatan hari-hari besar, dan mewakili SD untuk tampil Tari Tradisional di tingkat gugus.

Gambar 3. Juara II Lomba Pantomim Dinas Pendidikan Kota Malang

Tiga tahun berturut-turut Arva juga ditugaskan sekolah untuk ikut berpartisipasi di lomba PANTOMIM dan meraih juara II tingkat gugus.

Pada Usia 8 tahun kegiatan seni Arva mulai banyak di bidang pedalangan dan usia 10 tahun mulai mendalami karawitan di Sanggar tempat belajar yaitu Sanggar Taruna Kridha Rasa yang bertempat di Gedung Dewan Kesenian Malang, Jl. Majapahit, Malang.

Gambar 4. Penghargaan Wayang dari ketua PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) Kota Malang pada acara Parade Dalang Cilik.

Kegiatan kesenian yang diikuti di luar sekolah sangat banyak, beberapa kali mengikuti parade dalang cilik dan diundang ke KompasTV di acara “Sosok” yang dipandu oleh Tompi sebagai perwakilan dalang cilik asuhan Bpk. Suwarno yang merupakan guru karawitan senior di Kota Malang.

Gambar 5. Diundang di acara SOSOK, Kompas TV tahun 2017.

Masa SMP

Menginjak usia Sekolah Menengah Pertama, Ibunda Arva memilihkan sekolah SMP Laboratorium UM yang mempunyai kesenian Karawitan sehingga harapan ibunda, hobby Arva dapat tersalurkan di sekolah melalui ekstrakurikuler karawitan. Bersama tim karawitan SMP Laboratorium UM, Arva dan teman-teman tampil mengiringi setiap acara Wisuda SMP Laboratorium UM.

Gambar 6. Bersama Tim Karawitan SMP Laboratorium UM

Prestasi-prestasi lain yang diperoleh Arva di luar sekolah selama masa SMP antara lain :

  • Tampil di gelaran Malang Tempoe Doeloe tahun 2019 sebagai Dalang Cilik
  • Berperan dalam pementasan Hari Tari se-dunia yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Jawa Timur, bertempat di Musium Panji, tanggal 29 April 2019
  • Juara Dalang Catur Terbaik pada kompetisi Dalang Bocah se-Jawa Timur mewakili kota Malang yang diselenggarakan di Kota Ponorogo tanggal 7-9 Juli 2019
Gambar 7. Arva Megantara siap tampil di pagelaran wayang kulit

Arva Megantara selalu ber prinsip melakukan yang terbaik di setiap peran terutama dalam seni dan budaya. Arva megantara juga dikenal sangat disiplin waktu dan suka menolong teman-teman.

Gambar 8. Bersama Tim karawitan berbagai sanggar yang ditugaskan mewakili dinas pariwisata kota Malang di ajang Festival Dalang Bocah di Ponorogo.

Tekad untuk terus melestarikan seni dan budaya tradisional Jawa baik di Tari Tradisional Wayang Orang, Ketoprak, Karawitan, dan terutama pedalangan dibuktikan dengan terus belajar dan meningkatkan keterampilan dari senior-senior pembudaya di Kota Malang.

Arva juga berniat meneruskan sekolah di Sekolah Menengah Kesenian di Surakarta, melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Seni Indonesia dan bercita-cita sebagai Dosen dan budayawan. (By: Rheinland Arvanestu Megantara 9H)

Gambar 9. Penerimaan Piala penghargaan Dalang Catur Terbaik 2019 tingkat Jawa Timur.

Similar Articles

Tinggalkan Balasan

Top