You are here
Home > Pojok siswa > Yeee Aku Sudah Divaksin Covid 19, Semoga Pandemi Cepat Turun

Yeee Aku Sudah Divaksin Covid 19, Semoga Pandemi Cepat Turun

Akhir bulan Juni hingga awal Juli ini, pasien Covid-19 meningkat. Karena banyak orang yang masih cuek dengan protokol kesehatan. Mereka melanggar aturan dan malah marah-marah ketika diingatkan. Sepertinya penyebab utama dari naiknya kurva pandemi sekarang ini, akibat kesalahan kemarin, orang-orang banyak yang mudik, berwisata, bersilaturahmi, padahal sudah dilarang pemerintah untuk tidak mudik saat Lebaran kemarin. Karena kenaikan pasien Covid 19 ini salah satu temanku ada yang bilang banyak suara mobil ambulan yang lewat di depan rumahnya setiap hari, kemungkinan besar ambulan itu mengangkut orang sakit.

Dari berita-berita yang aku baca, penyebaran Covid-19 ini lebih luas. Menurut Kemenkes (Kementrian Kesehatan) kecepatan penularan karena sebaran virus yang sudah bermutasi. Aku baca sih ada 4 varian mutasi virus corona yaitu:

  • Alpha, dari Inggris
  • Beta, dari Afrika Selatan
  • Delta, dari India
  • Kappa, dari India
    Di Indonesia varian baru virus Covid-19 yang sudah masuk adalah varian Delta. Karena varian Delta ini menyebabkan penularan yang cepat dan luas, pemerintah pusat memutuskan untuk memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan pemerintah provinsi/kabupaten wajib menaatinya.

Aku sendiri lumayan jengkel dengan orang-orang yang masih menganggap virus corona bukanlah hal yang serius bahkan ada yang tidak percaya keberadaan virus tsb. Seperti quote yang pernah aku dengar, “manusia hanya mempercayai apa yang ingin mereka percayai”. Di antara teman-teman ada yang tanya, apakah aku jengkel dengan virus corona? Tidak. Karena virus sudah ada sejak dulu, dan sama kayak kita virus juga ingin melestarikan keberadaannya dengan mencari inang yaitu manusia. Jadi menurutku ya itulah tujuan berkembangnya virus. Aku ya gak mau dong tubuhku jadi inangnya virus.

Kita sudah punya cara sederhana untuk menghalau virus corona itu, supaya dia enggan menjadikan kita inang barunya, yaitu prokes (protokol kesehatan) 3M.

Keluargaku sudah divaksin. Vaksin yang sudah ada di Indonesia ada dua yaitu AZ (Astra Zeneca) dan Sinovac. Vaksin Sinovac sudah diijinkan oleh pemerintah untuk anak usia 12-17 tahun. Kabarnya akan ada vaksin lain yang akan masuk Indonesia. Orang tua dan kakakku divaksin AZ, dan aku divaksin Sinovac. Mama dan kakakku KIPInya (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) agak berat, sedangkan papaku dan kakek nenekku aman-aman aja tuh. Vaksin Sinovac efek sampingnya lebih ringan, buktinya aku tidak deman, tidak sakit kepala, hanya nyeri ringan di tempat suntikan.

Nah aku akan bercerita tentang pengalamanku divaksin Sinovac. Aku divaksin hari Jumat tanggal 7 Juli 2021 di Puskesmas Mulyorejo (Puskesmas di Kelurahanku). Jadwal mulai kegiatan vaksinasi yaitu jam 8 pagi. Sehari sebelumnya aku berencana untuk sampai di lokasi 30 menit sebelum kegiatan dimulai supaya aku datang saat masih sepi. Tetapi ternyata ketika aku sampai di Puskesmas sudah sangat ramai dan banyak orang yang menunggu giliran.

Puskesmas tempat aku divaksin

Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke rumah dulu untuk menunggu antrian agak berkurang. Aku kembali sekitar jam 10.30. Untungya sudah lumayan sepi walaupun masih harus mengantri.

Langkah pertama di meja 1 aku diukur tekanan darah. Di meja kedua, ditanya tentang riyawat penyakit misalkan alergi, jantung, hipertensi dll. Meja selanjutnya yaitu penyuntikan. Meja terakhir yaitu menunggu kartu vaksin dicetak sembari menunggu 30 menit observasi pasca vaksin. Saat penyuntikan hanya terasa sakit sedikit selama 2 detik saja. Setelah jarum dilepas tidak ada rasa sakit sedikitpun hingga sepanjang perjalanan pulang. 1-2 jam setelahnya ada rasa ngilu di lengan bekas suntikan, masih terasa hingga hari selanjutnya. Tapi sejauh ini tidak ada rasa demam/pusing/lemas/meriang sedikitpun. Hingga hari ke 2 pasca vaksin, rasa ngilu sudah hilang. Dengan vaksin ini, semoga anti bodiku untuk memerangi virus covid-19 meningkat.

Hasil pemeriksaan tekanan darahku

Situasi di Indonesia saat ini sangat berbahaya, banyak rumah sakit atau __ yang membutuhkan perawat untuk menangani pasien Covid-19. Maka, satu-satunya cara untuk mengurangi kecepatan peningkatan kasus Covid-19 adalah menaati semua prokes yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu:

  • Memakai masker kemanapun kamu pergi
  • Selalu cuci tangan setiap pulang dari luar rumah
  • Jaga jarak
  • Mengurangi bepergian
  • Dan mau divaksin

Jangan mau tubuhmu dijadikan inang oleh virus supaya siap belajar lagi di tahun ajaran baru online maupun offline

By: Kinanthi Laras 8F

Similar Articles

Tinggalkan Balasan

Top